Tertib Administrasi Syarat Wajib Sebuah Kelompok

Adanya administrasi dalam kelompok adalah salah satu indikator hidupnya sebuah kelompok. Kepemilikan buku administrasi dan penerapannya adalah salah satu wujud nyata bahwa kelompok tersebut berjalan dan dinamis. Ketika buku administrasi sudah ada atau dimiliki, tetapi tidak digunakan dengan baik oleh pengurus maka itu jelas menunjukkan bahwa kelompok tersebut masih dipertanyakan eksistensinya.

Tertib administrasi menjadi kebutuhan wajib yang harus dipenuhi sebuah kelompok tek terkecuali kelompok Bank Sampah Si RePi (Resik Nguripi). …………………

Iklan

“Kapasitas Sampah Menurun, Keberhasilan atau Kelesuan?”

Jumlah sampah yang masuk ke Bank Sampah Si RePi (Resik Nguripi) di Dusun Sukorejo, Duyungan, Sidoharjo, Sragen sudah mulai menurun. Ini merupakan satu kondisi yang terjadi di siklus pengelolaan sampah di lingkungan Sukorejo melalui sistem Bank Sampah. Kondisi ini ternyata mengundang berbagai reaksi dan opini dari pengurus Si RePi khususnya.

Hari Minggu, 26 Agustus 2018 kemarin, Bank Sampah Si RePi kembali menggelar layanan tabungan sampah bagi nasabah dan masyarakat umum yang ingin menabung sampah anorganiknya. Ini adalah layanan tabungan sampah yang ke-6 kalinya digelar oleh pengurus Si RePi. Pada layanan kali ini ada sebanyak 33 orang nasabah yang datang menyetorkan dan menimbang sampahnya.

 

Solo, 03092018

~Osh~

“Mencoba Mengikuti Arus Sementara Waktu Tidak Ada Salahnya”

“Tak ada satu masalahpun yang tak bisa dipecahkan selagi kita tak berhenti untuk mencari tahu akar masalahnya”. Kalimat itulah yang barangkali bisa menggambarkan situasi sore itu. Selasa, 14 Agustus 2018 yang lalu kami bersama dengan tim Program JAPFA Unit Pabrik Pakan Sragen bertemu untuk membahas dinamika kelompok Program Bank Sampah Dusun Sukorejo, Duyungan, Sidoharjo, Sragen.

Pertemuan yang berlangsung kurang lebih 2 jam tersebut membahas berbagai hal mengenai perkembangan program Bank Sampah yang sedang berjalan di Dusun tersebut. Termasuk diantaranya adalah dinamika internal kelompok Si RePi, yakni adanya konflik antar personal. Konflik yang dimaksud sebenernya bukan hal yang prinsip, tetapi lebih kepada karena kesalahfahaman personal pengurus memaknai sebuah kesepekatan bersama dengan pendamping program.

Meskipun demikian, yang namanya konflik sekecil apapun tetap tidak boleh dianggap remeh begitu saja. Karena persoalan kecil akan menjadi besar ketika tidak dikelola dengan baik. Sehingga nantinya justru akan memicu konflik yang lebih besar dan bisa saja berakibat falat bagi keberlanjutan kelompok itu sendiri.

Menyikapi kesalahpahaman yang terjadi antara pengurus kelompok dengan pendamping ini, tim JAPFA Unit Sragen pun mencoba memberikan masukan kepada pihak konsultan. Adapun masukan yang diberikan lebih kepada hal teknis yakni mencoba mengakomodir atau mengikuti apa yang menjadi keinginan dari para pengurus yang cukup mendominasi kelompok tersebut. “Sesekali kita ikuti arus yang mengalir tidak masalah lah, selagi itu bisa membawa kebaikan untuk semuanya”, ujar Pak Anang selaku Kepala Bidang CSR.

 

~Osh~

“Si RePi Semarakkan Peringatan HUT RI ke-73 di Sukorejo”

Hari itu Minggu, 19 Agustus 2018 tiba saatnya bank sampah Si RePi (Resik Nguripi) menggelar kegiatan Jalan Sehat sambil Pungut Sampah (JaSPungSa). Sebagaimana yang sudah-sudah kegiatan ini dilakukan dengan jalan-jalan bersama pengurus bank sampah dan nasabah sambil memungut sampah yang masih berserakan di jalanan kampung.

IMG-20180819-WA0011Akan tetapi hari itu ada yang berbeda rupanya. Kali ini kepesertaan pengurus luar biasa kompak, 97% pengurus hadir pada kegiatan itu. Kemudian kegiatannya pun juga berbeda, yakni tidak hanya pengurus dan pendamping saja yang ikut jalan sehat. Akan tetapi segenap warga masyarakat Dusun Sukorejo, Duyungan, Sidoharjo, Sragen ikut meramaikan kegiatan pagi itu.

IMG-20180819-WA0043Bukan tanpa alasan tentunya seluruh warga pagi itu ikut berduyung-duyung meramaikan acara jalan sehat dalam rangka peringatan Hari Kemerdekaan RI yang ke-73. Si RePi pun tak mau ketinggalan tentunya. Selain berpartisipasi sebagai peserta jalan sehat pagi itu, para pengurus bank Sampah Si RePi pun juga menyemarakkan acara tersebut dengan berbagai penampilan. Diantaranya adalah karaoke dan joget bersama warga, serta penampilan drama cerita rakyat berjudul “Klenthing Kuning” yang dimodifikasi sedemikian rupa. Selain memodifikasi cerita, penguruspun juga berinovasi dengan membuat beberapa atribut yang dikenakan dari barang-barang bekas.

Solo, 23082018

~Osh~

“Rekomitmen Pengurus Bank Sampah Si RePi”

Dinamika sebuah kelompok adalah salah satu wujud nyata dan hidupnya sebuah kelompok atau organisasi. Ketika ada pergerakan atau perubahan baik dalam hal manajemen, kepengurusan, bahkan aturan-aturannya. Ketika ada perubahan-perubahan beberapa komponen tersbut artinya kelompok tersebut berstatus hidup atau tidak statis.

Demikian pula dengan Bank Sampah Si RePi (Resik Nguripi) di Dusun Sukorejo RT 23, Duyungan, Sidoharjo, Sragen. Sampai dengan detik ini, kelompok ini masih menunjukkan geliatnya. Semangat dari para pengurus pun masih tetap terjaga meskipun ada satu atau dua yang mulai fakum. Maka kondisi inilah yang membuat para pengurus akhirnya berinisiasi untuk merombak atau melakukan “Rekomitmen Pengurus Bank Sampah Si RePi”.

IMG20180810201328Jumat, 10 Agustus 2018, bertempat di sekretariat Si RePi di Dusun Sukorejo RT 23 pengurus menggelar rapat istimewa guna membahas kepengurusan bank sampah. Kegiatan di bank sampah yang sudah mulai berjalan rutin dirasa membutuhkan dukungan banyak pihak, tidak hanya terbatas pada pengurus saja. Akan tetapi ketika di tingkat internal pengurus saja masih belum bisa optimal maka itu justru dikhawatirkan nantinya bakal menjadi persoalan jika tidak disikapi segera.

Hal itulah yang mendorong Direktur Bank Sampah Si RePi perlu mempertanyakan kembali komitmen para pengurus terhadap jalannya program bank sampah ini. Pada rapat malam itu memang ada beberapa pengurus yang tidak hadir meskipun sudah diberikan undangan secara khusus. Dari hasil rekomitmen, semua pengurus yang hadir menyatakan komitmennya untuk tetap lanjut terlibat dalam kegiatan bank sampah ini.

 

 

Solo, 21082018

~Osh~

 

Sekali Merengkuh Dayung, Dua-Tiga Pulau Terlampaui

Minggu, 5Agustus 2018, Bank Sampah Si RePi adalah jadwalnya pengurus Bank Sampah menggelar JaSPungSa (Jalan Sehat Pungut Sampah). Seperti biasa, pengurus berkumpul di sekretariat Si RePi pukul 07.00 WIB kemudian berjalan bersama-sama keliling kampung sambil memunguti sampah plastik dan anorganik lainnya yang bertebaran di pinggir jalan.

Meskipun pengurus yang ikut serta tidak sebanyak di minggu sebelumnya, tapi tak lantas menyurutkan semangat ibu-ibu untuk melanjutkan aksinya. Karena bagi mereka kegiatan ini tidak hanya sekedar jalan-jalan dan memungut sampah saja. Tetapi ada hal penting lainnya yang mereka yakini melalui metode ini cukup efektif hasilnya, yakni sosialisasi kepada warga mengenai pengelolaan sampah.

Target wilayah yang menjadi sasaran kali ini adalah Dusun Sukorejo dan Dusun Gerdu, Desa Duyungan. Pasca kegiatan JaSPungSa selesai, maka sampah yang diperoleh bakal dipilah di sekretariat. Kegiatan kali ini selain diikuti oleh pengurus dan pendamping, hadir juga perwakilan dari PT. Japfa Pusat. Siang itu, setelah selesai dengan persampahan, maka agenda selanjutnya adalah rapat pengurus Bank Sampah.

 

Solo, 08082018

~Osh~

“Peduli dengan Berbagi Makanan”

Dalam lima (5) atau sepuluh (10) tahun kedepan, barangkali persoalan pangan akan menjadi salah satu masalah yang cukup krusial di negara kita. Hal ini tentunya bukan tanpa alasan, melainkan ada faktor riil yang menjadi penyebabnya. Ialah semakin minimnya lahan pertanian di negeri kita ini. Di pedesaan, lahan pertanian sudah mulai banyak dijual untuk area pemukiman dengan berbagai tipe.

Terlebih lagi di area perkotaan, hampir-hampir sudah tidak ada lahan pertanian atau persawahan, karena sudah disulap menjadi gedung-gedung perkantoran dan gedung-gedung pencakar langit lainnya. Tak terkecuali juga di Surakarta, Jawa Tengah. Akses pangan bagi para kaum miskin atau duafa bisa saja semakin susah dijangkau karna mulai tingginya harga pangan.

Minggu, 12 Agustus 2018 yang lalu, dalam rangka membantu mendekatkan akses pangan bagi kaum miskin atau duafa yang ada di seputar kota Solo, maka terselenggara lah sebuah gerakan berbagi makanan.  YSKK bersama dengan beberapa lembaga swadaya masyarakat dan organisasi-organisasi pemuda di Solo bersama-sama membagikan makanan bagi sekurang-kurangnya 200 orang yang layak menerimanya.

Adapun area pembagian makanan dibagi menjadi 3 titik yakni Pasar Gede, seputaran Masjid Agung Surakarta, dan area Car Free Day di jalan Slamet Riyadi. Adapun barang yang dipagikan adalah 200 bungkus nasi siap konsumsi. Kegiatan ini diinisiari oleh Yayasan Gita Pertiwi dan Jaringan Kerja Pangan Organik (Jaker PO) Surakarta.

 

Solo, 12082018

~Osh~

“Kalau Bisa Nanam Sendiri, Kenapa Harus Beli?”

“Semangaaat…. semangaaatt… daaaannn seeeemangaaaatt…..”

Sebagaimana syair tersebut yang menjadi jargon dari para pengurus Bank Sampah Si RePi, maka syair itu nyatanya mampu meniupkan semangat pula pada para nasabahnya. Pasalnya, pasca pembagian bibit tanaman sayur sebagai stimulan pembuatan warung hidup warga dari pengurus bank sampah, nasabah langsung dengan semangatnya menanam bibit tersebut.

IMG20180724134944

 

Solo, 31072018

~Osh~

Bersama Si RePi, Mari Ubah Sampah Jadi Rupiah

Menjaga konsistensi memang bukan perkara mudah, terlebih lagi konsistensi pada kelompok yang notabene terdiri dari kumpulan orang. Artinya, tantangannya lebih besar karena meliputi berbagai karakter manusia. Meskipun demikian, bukan berarti membangun konsistensi kelompok lantas tidak bisa dibangun.

Kelompok Bank Sampah Si RePi misalnya. Biarpun terbilang baru dan awalnya mendapat tanggapan pesimis dari beberapa warga di Dusun Sukorejo, nyatanya sekarang ini sudah berhasil menggaet hampir 50% KK. Selain itu, Bank Sampah Si RePi sejauh ini mencoba untuk mendisiplinkan diri dari awal dengan secara rutin melaksanakan kegiatan-kegiatan yang menjadi program Si RePi.

IMG20180729091547Adapun kegiatan rutin yang sudah mulai dijalankan dalam rangka menuju Sukorejo yang bersih, sehat, lestari dan produktif, yakni kegiatan “Goyang Sapu” dan “Layanan Tabungan Sampah”. Dimana kedua kegiatan ini rutin dilakukan dua (2) minggu sekali. Minggu, 29 Juli 2018 kemarin Si RePi kembali menggelar layanan tabungan sampah bagi warga Dusun Sukorejo dan sekitarnya. Layanan yang dibuka dari pukul 08.00 – 12.00 WIB tersebut berhasil melayani sebanyak 40 nasabah.

 

Solo, 31072018

~Osh~

“Dari Bibit , Kesadaran Menanam Semoga Tertanam”

Budaya menanam memang tidak mudah untuk ditanamkan dalam benak masyarakat. Sekalipun pada dasarnya masyarakat paham betul manfaat menanam tanaman bagi lingkungan. Tak terkecuali menanam tanaman sayur-sayuran. Menanam tanaman sayuran ternyata juga banyak manfaat yang bisa diperoleh. Selain untuk pemenuhan kebutuhan sayur mayur bagi keluarga terpenuhi, secara keindahan dan kerapian lingkungan juga bisa sekaligus diperoleh.

Bank Sampah Si RePi yang memiliki cita-cita mewujudkan Desa Duyungan dari Dusun Sukorejo menjadi lingkungan yang bersih, sehat, lestari dan produktif, mencoba mewujudkannya dengan menggalakkan pembuatan warung hidup. Keterbatasan lahan bagi beberapa warga yang kebetulan tidak memiliki pekarangan yang cukup luaspun tidak mengurangi semangat warga Sukorejo untuk melaksanakannya. Antusias warga terpapar kepada beberapa pengurus ketika pertemuan warga.

Menyambut semangat dan antusias warga yang cukup tinggi, maka pada hari sabtu, 21 Juli 2018 pengurus Si RePi bersama dengan pengurus belanja pengadaan bibit dan media tanam berupa polibag ukuran sedang yakni 30×30 cm. Adapun bibit tanaman yang disediakan dari program ini ada 5 jenis tanaman yakni bibit cabe, terong ungu, kol, bunga kol, dan seledri yang kesemuanya siap tanam. Sedangkan jumlah yang akan diberikan kepada setiap nasabah adalah sebanyak 10 bibit.

 

Solo, 25072018

~Osh~