Dominasi Personal Dalam Kelompok Harus Dikikis

Pasca peresmian Bank Sampah Si RePi (Resik Nguripi) tanggal 11 Mei 2018 yang lalu, memang kegiatan yang dilakukan belum banyak. Kegiatan program yang dilakukan baru sebatas layanan tabungan sampah anorganik dan pendampingan. Terlebih lagi kebetulan sekarang ini masyarakat sedang sibuk dengan kegiatan pribadi masing-masing dengan kegiatan keagamaan karena bersamaan dengan bulan puasa.

Hari Kamis, 7 Juni 2018 kemarin saya berkoordinasi dengan tim JAPFA Unit Pabrik Pakan Sragen untuk menyampaikan update perkembangan program pengembangan Bank Sampah di Dusun Sukorejo. Ada beberapa hal yang menjadi perbincangan kami siang itu. Diantaranya adalah rencana terkait jadwal layanan tabungan sampah ke depannya akan seperti apa, kegiatan bulan ini, dan rencana pelibatan tim Japfa Unit Sragen selama kegiatan di lapangan.

Sementara ini memang jadwal layanan tabungan sampah di bank sampah Si RePi baru beroperasi sebulan sekali tiap minggu ke-3. Hal ini mengikuti kesepakatan dari semua pengurus bank sampah melihat belum banyaknya masyarakat yang bergabung menjadi anggota bank sampah.

 

 

Solo, 11062018

~Osh~

Iklan

Si RePi Buka Lapak Tabungan Sampah Perdananya

Pada hari minggu, 20 Mei 2018 kemarin bank sampah Si RePi (Resik Nguripi) membuka layanan tabungan sampah bagi warga dusun Sukorejo untuk pertama kalinya. Jam layanan tabungan sampah dibuka jam 09.00 sampai dengan jam 12.00 WIB. Jumlah warga yang datang untuk menabung pun cukup banyak yakni ada 53 warga yang secara otomatis dia menjadi anggota atau nasabah dari bank sampah Si RePi.

 

 

Sebagai pengalaman pertama, kerja pengurus bank sampah si RePi patut diacungi jempol. Pasalnnya kekompakkan pengurus terbukti benar-benar kompak tanpa harus saling iri satu sama lainnya. Tidak ada satu orang pun yang terlihat nganggur atau tidak kebagian pekerjaan siang itu. Pada saat nasabah datang menimbang sampah nya, maka bagi petugas yang tidak memegang tugas administrasi (pencatatan maupun penimbangan), maka sudah langsung memposisikan diri sebagai pemilah dan pengepak sampah.

Kemudian setelah penimbangan sampah nasabah selesai maka petugas penimbang pun juga langsung bergabung dengan yang lainnya untuk membantu memilah sampah. Sehingga pemilahan sampah dan pengepakkan sampah pun bisa selesai dengan lebih cepat karena dikerjakan bersama-sama. Alhasil layanan tabungan sampah hari itupun berjalan dengan lancar dan mendapatkan hasil yang luar biasa pula. Adapun sampah yang berhasil dihimpun hari minggu kemarin adalah sebanyak 1.156,9 kg atau setara dengan 1,1 ton lebih sampah. Sedangkan jenisnya meliputi 3 jenis sampah yakni sampah plastik, kertas, dan logam.

Solo, 23052018

~Osh~

Si RePi Lakukan Penimbangan Sampah untuk Kali Pertama

Pasca peresmian bank sampah Si RePi (Resik Nguripi) Dusun Sukorejo, Duyungan, Sidoharjo, Sragen tanggal 11 Mei kemarin, para pengurus tidak sabar untuk segera bisa melayani tabungan sampah warga Dusun Sukorejo. Berdasarkan kesepakatan bersama pengurus, layanan tabungan sampah di bank sampah Si RePi akan dilakukan pada hari minggu pasca pertemuan PKK di tiap bulannya.

Kebetulan pada bulan Mei ini pertemuan PKK jatuh pada tanggal 17, maka praktis bank sampah Si RePi akan mulai melayani tabungan sampah pada hari minggu tepat tanggal 20 Mei 2018. Akhirnya hari Selasa, 15 Mei 2018 kemarin saya dan pengurus sepakat untuk melakukan ujicoba penimbangan dan pencatatan sampah anorganik yang sudah terkumpul di beberapa pengurus bank sampah Si RePi.

Meskipun tidak semua pengurus hadir, tapi tidak menyurutkan semangat ibu-ibu yang didaulat sebagai pengurus bank sampah ini. Antusiasme mereka sangatlah kuat, dengan cekatan dan tanpa jijik semuanya langsung terjun untuk memilah sampah-sampah yang sudah masuk pada momen peresmian kemarin. Setelah sampah selesai dipilah, barulah sampah ditimbang dan dicatat oleh petugas penimbang dan pencatat.

Biarpun sampah yang masuk dan ditimbang secara kuantitas atau jumlah tidak terlalu berat, tetapi jumlahnya cukup banyak. Pasalnya proses pemilahan sampah dari 3 anggota bank sampah yang sudah masuk, cukup membutuhkan waktu. Yakni muai dari jam 14.30 sampe jam 5 baru selesai semua proses.

 

Solo, 18052018

~Osh~

 

Responsifitas Sebuah Perusahaan Sudah Terbaca Mulai Dari “Gerbang” Perusahaan

Membangun sinergitas dengan berbagai pihak adalah sebuah keniscayaan bagi masifnya sebuah program pemberdayaan. Tak terkecuali bagi Yayasan Satu Karsa Karya (YSKK) sebagai organisasi masyarakat sipil yang fokus pada program-program pemberdayaan dan pengembangan masyarakat.

Dalam rangka memperingati hari jadi yang ke-17 tahun, dengan mengusung tema serta semangat “YSKK Berkarya, Terus Berkarya”, melakukan roadshow ke beberapa stakehlder serta lembaga-lembaga potensial. Hari Rabu, 9 Mei 2018 saya berkesempatan untuk menyampaikan permohonan audiensi ke dua (2) Corporate Social Responsibility (CSR). Kedua CSR tersebut adalah CSR PT. Indaco Warna Dunia dan CSR PT. TPS Food Indonesia.

Adapun tujuan dari audiensi tersebut adalah untuk berbagi pengalaman YSKK serta menjajagi kemungkinan kerjasama dengan CSR perusahaan PT. Indaco dan PT. TPS Food Indonesia mengenai program-program sosial yang mungkin dikerjasamakan.

 

Solo, 16052018

~Osh~

Semangat Pengurus Si RePi Semakin Membara

Menjelang H-1 peresmian bank sampah Si RePi (Resik Nguripi) Dusun Sukorejo, Desa Duyungan, Sidoharjo, Sragen semakin menunjukkan geliat dan kekompakannya. Pasalnya, dari siang pukul 13.00 sampai dengan malam pukul 22.00 WIB seluruh pengurus bersama-sama menyiapkan seluruh kebutuhan untuk peresmian bank sampah esok harinya.

Kamis, 10 Mei 2018 Pengurus bank sampah bersepakat untuk melakukan kerja bakti (lagi) untuk mempersiapkan peresmian bank sampah yang akan digelar esok harinya Jumat, 11 Mei 2018. Diantara yang hadir tidak ada satupun yang tidak bekerja atau mengambil peran. Ada yang mempersiapkan konsumsi kegiatan, ada yang bertugas menata tanaman demplot, serta ada yang bertugas mempersiapkan kebutuhan teknis seperti dekorasi dan properti lainnya.

Menjelang magrib, seluruh aktivitas kerja bakti dihentikan dan dilanjutkan lagi setelah sholat isya’ atau sekitar pukul 19.30 WIB. Adapun kegiatan yang dilakukan malam harinya adalah gladi bersih kegiatan paduan suara oleh pengurus bank sampah Si RePi yang dipandu oleh Pak Jarot (salah satu tokoh Masyarakat) Dusun Sukorejo. Paduan Suara nanti akan menyanyikan 3 buah lagu, yang pertama lagu Indonesia Raya, kedua lagu Desaku, dan yang ketiga adalah mars Si RePi (Resik Nguripi).

 

 

Solo, 16052018

~Osh~

Tunjukkan Kekompakan, Pengurus Bank Sampah Si RePi Gelar Kerja bakti Perdana

Semangat yang luar biasa dari para pengurus bank Sampah Si RePi (Resik Nguripi) Dusun Sukorejo, Desa Duyungan, Sidoharjo, Sragen memang patut diacungi jempol. Hari minggu, 6 Mei 2018 yang lalu sesuai dengan kesepakatan bersama, maka digelar kegiatan kerja bakti bersama dalam rangka pembersihan lingkungan Sukorejo dan sekretariat bank sampah.

Kerja bakti yang diharapkan juga diikuti oleh warga masyarakat Sukorejo, Duyungan ini ternyata hanya pengurus bank sampah saja yang hadir. Meskipun demikian, nyatanya tidak menyurutkan niat mereka untuk tetap melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan khususnya disekitar sekretariat bank sampah Si RePi yang berada di Sukorejo RT 23.

Selain membersihkan lingkungan sekretariat, pengurus juga bersama-sama membuat melakukan penanaman tanaman aneka sayur di sekretariat Bank Sampah Si RePi. Adapun tanaman sayur yang ditanam terdiri dari 6 jenis tanaman yakni tomat, cabe, sawi, terong, sledri, dan bunga kol. Media tanam yang digunakan terdiri dari campuran tanah, pupuk kandang dan sekam.

Setelah kerja bakti selesai, maka penguruspun masih semangat untuk melanjutkan kegiatan selanjutnya yakni koordinasi persiapan peresmian bank sampah Si RePi. Adapaun hal-hal yang dibahas dalam koordinasi tersebut adalah meliputi pembagian peran baik secara teknis maupun substantif.

 

Solo, 14052018

~Osh~

Upaya Membangun Karakter Anakpun Harus Terhenti (?)

Kabar yang cukup mengagetkan bagi kami pelaksana program yang baru saja kami mulai. Waktu masih terbilang pagi, karna bahkan kami pun baru akan memulai aktivitas kami di kantor. Bunyi HP (handphone) menunjukkan ada pesan whatsapp yang masuk. Seketika langsung saya buka, dan ternyata isinya cukup membuat saya shock.

Pasalnya, pesan yang datang dari Humas CSR sebuah Perusahaan yang cukup besar di Indonesia bahkan Internasional ini menginformasikan kepada saya untuk menghantikan salah satu program yang sedang kami lakukan. Program yang kami lakukan berada di area ring 1 perusahaan Japfa Comfeed Indonesia Tbk Unit Sragen yakni Dusun Sukorejo, Duyungan, Sidoharjo, Sragen. Permintaan penghentian program pendidikan karakter bagi anak dan remaja Dusun Sukorejo melalui pengelolaan Taman Pendidikan Al Qur’an (TPQ) masjid Al Barokah ini tentunya bukan tanpa alasan.

Dalam rangka memastikan dan mengkomunikasikan update perkembangan program serta mengklarifikasi informasi tersebut, maka pada hari Selasa, 24 April 2018 akhirnya dilakukan koordinasi tim program dan tim CSR PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk Unit Sragen dan Pusat. Rapat koordinasi dilakukan di Rumah Makan Pondok Padi, Sragen dan berlangsung kurang lebih 2 jam.

Dalam kesempatan tersebut kami sampaikan kondisi lapangan serta adanya komplain beberapa warga mengenai kegiatan TPQ yang kami jalankan yang sebenarnya hanya kesalah pahaman dari pihak tertentu saja. Menurut kami persoalan semacam ini adalah hal wajar yang sering terjadi di masyarakat, sehingga kami pun merasa masih bisa untuk menangani persoalan tersebut. Meskipun demikian , ternyata tidak membuat tim CSR PT. Japfa Unit Sragen yakin untuk tetap melanjutkan program ini. Pasalnya persoalan yang didasari dengan unsur golongan dan berbau agama memang persoalan yang tidak bisa dianggap sepele. Selain itu, bagi sebuah perusahaan profit persoalan demikian ini bisa saja menjadi api dalam sekam yang sewaktu-waktu bisa saja “membakar” apa saja yang ada di sekeliling.

Program yang baru pertama kali dijalankan ini memang menjadi program uji coba bagi CSR perusahaan ini. Sehingga perusahaan pun belum berani berspekulasi lebih untuk tetap mempertahankan program pemberdayaan masyarakat khususnya kegiatan TPQ. Sehingga diputuskanlah untuk menghentikan kegiatan program pendampingan TPQ dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Dengan demikian maka upaya membangun pendidikan karakter bagi anak dan remaja Dusun Sukorejo pun terpaksa harus dihentikan atau tidak lagi menjadi ranah kerja kami selaku pelaksana program di Ring Area 1 PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk. Unit Sragen.

 

Solo, 29042018

~Osh~

Pelatihan Pengelolaan TPQ Sukorejo

Pendidikan karakter bagi anak merupakan hal penting yang harus diberikan oleh orang tua sedini mungkin. Termasuk juga masyarakat, peran masyarakat dalam mendidik anak-anak serta remaja menjadi sebuah peran penting yang harus dilakukan. Maju tidaknya sebuah masyarakat tentunya sangat dipengaruhi oleh baik tidaknya karakter dari anggota masyarakatnya terutama remaja dan anak-anaknya. Sedangkan baik tidaknya akhlak anak-anak, sangat tergantung pada bagaimana pendidikan agama yang diberikan pada anak.

Masyarakat Dusun Sukorejo sebagai masyarakat yang peduli dengan pendidikan karakter anak-anak, maka melalui dukungan dari PT. Japfa Unit Sragen menggarap Taman Pendidikan Al Qur’an (TPQ) yang ada di Sukorejo. Pada hari Sabtu, 21 April 2018 Takmir masjid Al Barokah Dusun Sukorejo mengadakan pelatihan pengelolaan TPQ, yang diikuti oleh 12 orang yang merupakan calon pendidik TPQ Al Barokah. Kegiatan ini digelar di Masjid Al Barokah Dusun Sukorejo.

Pelatihan pengelolaan manajemen TPQ ini difasilitasi oleh seorang ustadz sekaligus praktisi pengelola beberapa TPQ di Solo Raya. Dalam kegiatan tersebut materi yang disampaikan adalah meliputi aspek kurikulum dan pembelajarannya, aspek administrasi kelembagaan, serta aspek sarana prasarana. Fasilitator kemudian menyampaikan secara detail uraian dari masing-masing aspek tersebut.

 

Solo, 27042018

~Osh~

Sekretariat Si RePi Mendapat Kunjungan Pertama

Kamis, 26 April 2018 menjadi salah satu hari yang cukup luar biasa bagi saya dan ibu-ibu pengurus Bank Sampah Si RePi (Resik Nguripi) Dusun Sukorejo, Duyungan, Sidoharjo, Sragen. Pasalnya pada hari itu, rumah salah satu warga yang akhirnya kita sepakati untuk mejadi sekretariat Bank Sampah di Dusun Sukorejo kedatangan tamu atau mendapat kunjungan dari PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk.

Dalam hitungan jam, saya bersama dengan pengurus Bank Sampah Si RePi harus menyulap salah satu sudut rumah milik Ketua Bank Sampah tampak seperti sekretariat pada umumnya.

Kunjungan yang dilakukan oleh jajaran manajemen PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk. Dilakukan bersama dengan tim program pengembangan Taman Hutan Kota yang akan dijalankan di Kota Sragen. Kunjungan yang berlangsung kurang lebih satu jam ini cukup membuat sebagian tokoh masyarakat dan pengurus bank sampah Dusun Sukorejo terkesan.

…………

Melaporkan Capaian yang Sudah Ada Memang Lebih , Ketimbang Belajar Berproses

Banyak orang bilang bahwa kegiatan pemberdayaan masyarakat itu adalah pekerjaan yang berat. Yaa memang berat, terutama bagi orang-orang yang takut untuk memulai pekerjaan tersebut terutama takut gagal atau orang-orang yang tidak pernah mau mencoba untuk melakukannya. Tetapi pemberdayaan masyarakat adalah hal yang menyenangkan bagi orang-orang yang selalu suka mencoba dan tidak takut gagal.

Kenapa saya mengatakan demikian? Karena memang bagi sebagian orang untuk memulai sebuah pergerakan untuk mencapai perubahan yang besar memang dibutuhkan niat dan kemauan serta kerelawanan yang tinggi. Kenapa butuh kerelawanan yang tinggi? Karena ketika bicara tentang masyarakat, maka pastinya tidak akan lepas dari aktivitas keseharian dari warga. Sedangkan ketika kita bicara aktivitas keseharian warga, maka kita akan tahu seberapa besar peluang waktu yang dimiliki masyarakat untuk berkativitas diluar rutinitas mereka.

Sedangkan ketika kita tahu berapa besar peluang waktu yang dimiliki masyarakat maka dari situ bisa dilihat seberapa besar tantangan yang akan kita hadapi. Tatkala masyarakat yang akan kita dampingi adalah masyarakat yang sibuk dengan aktivitas ekonomi di masing-masing individu, maka bisa jadi mereka akan susah untuk diajak berkegiatan sosial masyarakat. Naah kondisi seperti inilah yang kemudian membuat sebagian pihak mundur teratur untuk mengembangkan program pemberdayaan masyarakat.

Sebut saja misalnya para penyuluh dari Unit Pelaksana Teknis di beberapa dinas pemerintahan kita, seringkali memang …..